Perbedaan Proses Air Ionisasi dengan Proses Air Lainnya

Sejarah Mengenai Air Ionisasi

Penguraian ion air pertama kali dikembangkan di Jepang pada awal tahun 1950-an dan percobaan pertama dilakukan pada tumbuhan dan hewan. Pengembangan terhadap pengaruh air ionisasi (alkaline water) secara besar-besaran dimulai pada tahun 1945 oleh beberapa universitas pertanian di Jepang, terutama pengaruh air basa (alkaline water) pada tumbuhan. Percobaan terhadap manusia memakan waktu yang lama karena faktor kesulitan dalam mempertahankan kondisi lingkungan yang konstan. Setelah lama bereksperimen, diperoleh kesimpulan bahwa air yang diionisasi bersifat non-toksik bahkan dapat mengurangi banyak gejala-gejala pada penyakit orang dewasa.

Pengurai air ionisasi komersil pertama diperoleh di Jepang pada tahun 1958, dan pada tahun 1966, pengurai air ionisasi diakui sebagai alat kesehatan dan pengobatan oleh Kementerian Kesehatan dan Rehabilitasi Pemerintah Jepang

Cara Dan Hasil Dari Air Yang Diionisasi

Air (H2O) pada dasarnya banyak mengandung mineral misalnya Ca, Mg, Na, K, Cl, S, P. Mineral-mineral ini berada dalam keadaan ion yang bergabung dengan elemen lain. Pada saat terjadinya ionisasi, ion-ion basa (alkaline) (Ca2+, Mg2+, K+, Na+) akan berkumpul di terminal elektron negatif sehingga menjadi air minum yang bersifat basa (alkaline). Sebaliknya ion-ion asam (acidic) (Cl-, SO42-, NO3-) menuju terminal elektron positif sehingga menjadi air yang bersifat asam. Sebagian besar dari air dengan molekul H2O akan terpisah membentuk H+ dan OH- yang masing-masing akan mengikat mineral yang lain untuk menghasilkan gabungan kimia seperti HCl, NaOH, CaOH, KOH. Untuk bentuk ion Hydroksil (OH-) yang ada di dalam air akan sangat berguna sekali dalam menangkap radikal bebas dalam tubuh sehingga akumulasi sisa asam dalam tubuh akan berkurang. Banyaknya ion H+ dan OH- dapat diukur dengan pH. Banyaknya jumlah Hydroksil (OH-) juga dapat diukur dengan tingkat potensi REDOX (Reduksi Oksidasi) dengan memakai ORP meter (Oxidation Reduction Potential). Proses yang melibatkan mineral ini juga mengakibatkan air harus merubah struktur kimianya sehingga kelompok air menjadi hexagonal (dan menjadi 6 dimana pada mulanya air berkelompok 12-13). Dengan demikian bentuk air hexagonal menjadi lebih kecil dan lebih mudah diserap oleh tubuh. Banyaknya kandungan mineral yang ada pada air juga dapat diukur dengan TDS meter (Total Disolve Solid).

 

 

Penjernihan air sederhana

  • air menembus filter karena adanya tekanan air.
  • terdiri atas filter keramik – filter karbon aktif berlapis perak – filter pertukaran ion – filter karbon aktif.
  • menjernihkan air dari bahan kontaminan dan polutan, THM yang bersifat karsinogen, serta dari pestisida dan detergen sintetik.
  • proses persiapan harus hati-hati, untuk mencegah kontaminasi virus.
  • waktu penggantian filter harus tepat apabila tidak hati-hati maka kualitas air akan memburuk.
  • kapasitas keluaran (output) air kecil.
  • virus dapat menembus filter.

•   Penjernihan air dengan sambungan langsung ke ledeng (Direct water connection purifier)

  • tekanan air harus cukup, jika tidak maka proses filtrasi berjalan lambat.
  • air ledeng – filter mikro – filter karbon aktif.
  • menjernihkan air dari bahan kontaminan dan polutan, THM yang bersifat karsinogen, pestisida dan detergen sintetik.
  • keluaran air (output) dalam jumlah besar.
  • virus dapat menembus filter.
  • cadangan atau sisa air dapat menyebabkan timbulnya virus.

 

Penjernihan air R.O (Reverse Osmosis)

  • terdiri dari filter awal (prefilter) – filter karbon – membrane – container.
  • menjernihkan air dari bahan kontaminan dan polutan, THM yang bersifat karsinogen, pestisida dan detergen sintetik juga virus dan bakteri.
  • material yang sangat berbahaya tersaring.
  • mineral tereliminasi (0.001 mikron).
  • jumlah air terbuang banyak (70-80%).
  • biaya mahal.
  • apabila tekanan air rendah, filter tidak dapat berfungsi secara efektif. Direkomendasikan memakai pompa.
  • air tidak mempunyai rasa/hambar (mineral terbuang).

•   Air distilasi

  • uap dari air mendidih yang didinginkan.
  • tidak mengandung mineral dan oksigen.
  • chloroform yang tidak stabil tidak dapat dieliminasi.

•   Air Ionisasi

  • terdiri dari pre filter – struktur filter 6 lapisan – silver activated carbon filter.
  • tidak mengalami distilasi dan pendidihan, dapat diminum seperti air mineral.
  • menjernihkan air dari bahan kontaminan dan polutan serta THM yang bersifat karsinogen, pestisida dan detergen sintetik, virus dan bakteri serta logam berat.
  • mineral yang berguna tidak tereliminasi.
  • air terasa segar dan natural.
  • air diproses dengan cara ionisasi sehingga air yang dihasilkan ada 2 jenis yakni air basa (alkaline water) dan air asam (acidic water).
  • air yang dihasilkan memiliki molekul yang hexagonal.
  • air basa (alkaline water) yang dihasilkan mengandung antioksidan.

Posted on 29 Januari 2012, in Tak terkategori and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: